dawai-dawai itu melantun memekakan telinga
teringat sepucuk kembang kematian yang telah busuk
harumnya mengambang mengembalikkan udara sengat
untuk jiwa yang telah retak oleh senapan asmara
hanya bisa menangis...
hanya bisa menangis...
ketika cerita-cerita dari negeri silam masuk kembali
dalam otakku dan ia mulai bermain
menarik lenganku yang telah lemah untuk menerimanya
PERSETAN....
hanya bisa menangis...
hanya bisa menangis?
kenapa kau bertanya pada aku yang kusut oleh benang sembilu
sementara ia sedang menutupi rapat
kotak rahasia dalam kalbunya
kini....
hanya bisa menangis...
hanya bisa menangis...
hanya bisa menangis...
memikirkan diri yang terperenjat dalam kaki-kaki iblis
naudzubillah...
cukup sekali dan tak terulang lagi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar