Minggu, 09 Januari 2011

-setetes air laut-

dawai-dawai itu melantun memekakan telinga

teringat sepucuk kembang kematian yang telah busuk

harumnya mengambang mengembalikkan udara sengat

untuk jiwa yang telah retak oleh senapan asmara


hanya bisa menangis...

hanya bisa menangis...


ketika cerita-cerita dari negeri silam masuk kembali

dalam otakku dan ia mulai bermain

menarik lenganku yang telah lemah untuk menerimanya


PERSETAN....

hanya bisa menangis...

hanya bisa menangis?


kenapa kau bertanya pada aku yang kusut oleh benang sembilu

sementara ia sedang menutupi rapat

kotak rahasia dalam kalbunya



kini....



hanya bisa menangis...

hanya bisa menangis...

hanya bisa menangis...




memikirkan diri yang terperenjat dalam kaki-kaki iblis

naudzubillah...


cukup sekali dan tak terulang lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar